Thursday, April 26, 2012
Kehormatan
Samurai pengasih memegang teguh prinsip di atas keuntungan pribadi.
Orang biasa melakukan apa saja yang terbaik untuk diri sendiri.
Samurai selalu memperlihatkan kehormatan, termasuk saat berurusan dengan musuh-musuh mereka. Ketika seorang samurai membunuh samurai lain, dia membungkuk di hadapan jasad lawan yang telah dibunuhnya untuk menunjukkan penghormatan terhadap aturan yang dipegang teguh oleh semua samurai. Masyarakat kita sangat membutuhkan orang-orang yang dapat menunjukkan kepada orang lain bagaimana caranya menghormati—apapun keadaannya. Anak-anak harus menghormati orangtua mereka, bukan karena orangtua mereka sempurna dan selalu benar, tapi karena sikap tersebut adalah prinsip yang dianut seluruh umat manusia.
Orangtua harus menghormati anak-anak mereka. Contoh pertama bagi seorang anak dalam kehidupannya adalah orangtua. Satu-satunya dasar untuk memahami bagaimana caranya menghormati oranglain dengan benar diperoleh dari orangtua. Apabila orangtua menunjukkan sedikit pengakuan dan penghormatan pada anak-anak mereka, anak-anak akan mulai memperlihatkan jenis sikap tidak menghormati yang sama terhadap orangtua mereka dan oranglain. Samurai pengasih mendorong orang-orang yg berhubungan dengan mereka untuk menghormati orang yang memiliki kekuasaan
.
Jadikanlah sikap selalu menunjukkan penghormatan terhadap orang lain sebagai prioritas di hadapan anak-anak Anda, rekan kerja, serta dalam masyaraat. Hormatilah orang-orang yang memiliki jabatan, dan homati juga orang-orang yang berada di lapisan terendah masyarakat.
Tiga Wilayah Kehormatan yang Harus Selalu Diingat
1.Hormati Siapapun yang berhubungan dengan Anda
2.Hormati diri sendiri
3.Selalu membicarakan hal-hal yang baik mengenai pembimbing Anda
Saturday, April 21, 2012
Fokus
Samurai pengasih melabuhkan kenyataan pada visi mereka.
Orang biasa melabuhkan visi mereka pada kenyataan.
Fokus adalah kemampuan untuk mengarahkan perhatian, usaha, serta kegiatan Anda pada tujuan atau objek yang diinginkan tanpa teralihkan. Tak diragukan lagi, keadaan ini merupakan sikap yang dapat membentuk atau menghancurkan seorang samurai pengasih. Ini adalah faktor penentu apakah seorang samurai akan dapat meraih kejayaan dalam kehidupan. Bila saya dapat merangkum keberhasilan, rangkumannya akan seperti ini : “Keberhasilan adalah kemampuan agar perhatian tidak teralihkan dalam kehidupan”. Walaupun kedengarannya sederhana, tapi ini memang benar. Kemampuan untuk fokus pada apa yang Anda inginkan akan menimbulkan hasrat dalam hati Anda.
Kapasitas Anda untuk fokus pada keuntungan yang terdapat dalam kehidupan akan jauh lebih berat dari proses yang mungkin harus Anda jalani agar dapat menerima keuntungan tersebut. Teman saya Bob Harrison selalu menceritakan kisah tentang Daud dan Goliat. Daud, seorang remaja penggembala berbadan kurus, ingin sekali melawan raksasa setinggi 275 cm bernama Goliat. Goliat terkenal karena membantai seluruh pasukan hanya dengan kekuatannya sendiri. Anak muda itu jelas bukan tandingan pembunuh berpengalaman tersebut. Sementara orang lain melarikan diri ketakutan dari seorang raksasa yang menurut mereka terlalu besar untuk dibunuh, Daud justru berpikir sebaliknya: raksasa ini terlalu besar untuk tidak dibunuh.
Apa yang membuat Daud tidak takut adalah karena dia fokus pada hadiah yang dijanjikan oleh raja kepada siapapun yang membunuh Goliat: seorang wanita cantik, dan bebas pajak seumur hidup. Ketika Anda fokus pada keuntungan dalam hidup, Anda akan selalu memperoleh keuntungan lebih banyak lagi. Jika Anda fokus pada masalah, pada akhirnya Anda akan mendapat lebih banyak masalah. Samurai pengasih bersikap disiplin untuk tetap fokus pada hal yang mereka pilih. Kehidupan akan memberi berbagai gangguan pada Anda. Kemampuan Anda untuk mengabaikan gangguan tersebut akan membuat Anda mampu membunuh lebih banyak raksasa dari yang Anda perkirakan.
Orang biasa melabuhkan visi mereka pada kenyataan.
Fokus adalah kemampuan untuk mengarahkan perhatian, usaha, serta kegiatan Anda pada tujuan atau objek yang diinginkan tanpa teralihkan. Tak diragukan lagi, keadaan ini merupakan sikap yang dapat membentuk atau menghancurkan seorang samurai pengasih. Ini adalah faktor penentu apakah seorang samurai akan dapat meraih kejayaan dalam kehidupan. Bila saya dapat merangkum keberhasilan, rangkumannya akan seperti ini : “Keberhasilan adalah kemampuan agar perhatian tidak teralihkan dalam kehidupan”. Walaupun kedengarannya sederhana, tapi ini memang benar. Kemampuan untuk fokus pada apa yang Anda inginkan akan menimbulkan hasrat dalam hati Anda.
Kapasitas Anda untuk fokus pada keuntungan yang terdapat dalam kehidupan akan jauh lebih berat dari proses yang mungkin harus Anda jalani agar dapat menerima keuntungan tersebut. Teman saya Bob Harrison selalu menceritakan kisah tentang Daud dan Goliat. Daud, seorang remaja penggembala berbadan kurus, ingin sekali melawan raksasa setinggi 275 cm bernama Goliat. Goliat terkenal karena membantai seluruh pasukan hanya dengan kekuatannya sendiri. Anak muda itu jelas bukan tandingan pembunuh berpengalaman tersebut. Sementara orang lain melarikan diri ketakutan dari seorang raksasa yang menurut mereka terlalu besar untuk dibunuh, Daud justru berpikir sebaliknya: raksasa ini terlalu besar untuk tidak dibunuh.
Apa yang membuat Daud tidak takut adalah karena dia fokus pada hadiah yang dijanjikan oleh raja kepada siapapun yang membunuh Goliat: seorang wanita cantik, dan bebas pajak seumur hidup. Ketika Anda fokus pada keuntungan dalam hidup, Anda akan selalu memperoleh keuntungan lebih banyak lagi. Jika Anda fokus pada masalah, pada akhirnya Anda akan mendapat lebih banyak masalah. Samurai pengasih bersikap disiplin untuk tetap fokus pada hal yang mereka pilih. Kehidupan akan memberi berbagai gangguan pada Anda. Kemampuan Anda untuk mengabaikan gangguan tersebut akan membuat Anda mampu membunuh lebih banyak raksasa dari yang Anda perkirakan.
Sunday, April 15, 2012
Tanggung Jawab Pribadi
Samurai pengasih percaya bahwa tempat mereka berada dalam kehidupan--- dan tempat dimana mereka tidak berada---terkait langsung dengan pilihan yang mereka buat. Orang biasa mengambil sudut pandang sebagai korban, yaitu bahwa hiduplah yang terjadi terhadap mereka. Bukan saja hidup adalah serangkaian pengalama, tapi juga merupakan kumpulan dari semua keputusan yang sudah Anda buat--- baik dan buruk. Guna menghentikan cara yang biasa dalam menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalan Anda dalam meraih sasaran, Anda harus bertanggung jawab secara pribadi.
Tidak Ada orang yang ditakdirkan gagal. Anda hanya gagal karena pilihan-pilihan yang Anda buat. Anda mengalami kekalahan ketika Anda mengaku kalah dan menyangkal bahwa Anda memiliki banyak pilihan.
Renungkanlah kisah Viktor Frankl. Dia bisa saja memilih untuk menghindar dari tanggung jawab pribadi dan menjadi produk kamp konsentrasi. Seandainya dia memilih untuk mengalah terhadap lingkungannya yang mengerikan, belum tentu sebagian besar orang akan menghakiminya. Malahan, kebanyakan orang mungkin akan merasa sedih dan sangat memahami mengapa dia mengambil keputusan demikian. Tapi itu tidak penting bagi Frankl. Dia memilih untuk fokus pada hal-hal yang mewakili kehidupan dengan cara yang paling sederhana. Dia memusatkan perhatiannya pada kemampuannya untuk memilih sikapnya serta nilai kehidupan itu sendiri.
Mungkin Anda sesadar Viktor Frankl. Saya akan akui bahwa sydah pasti dia memiliki kekuatan diri yang tak dapat dibayangkan oleh orang kebanyakan. Tidak peduli apakah Anda memiliki tekad seperti dia, Anda tetap mempunyai kemampuan luar biasa untuk memikul tanggung jawab pribadi atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda. Periksalah dengan cepat dan buatlah catatan atas segala sesuatu yang Anda inginkan. Milikilah pilihan yang sudah Anda buat. Dalam analisis terakhir, semuanya adalah Anda---dan itulah yang disebut bertanggung jawab secara pribadi.
Tidak Ada orang yang ditakdirkan gagal. Anda hanya gagal karena pilihan-pilihan yang Anda buat. Anda mengalami kekalahan ketika Anda mengaku kalah dan menyangkal bahwa Anda memiliki banyak pilihan.
Renungkanlah kisah Viktor Frankl. Dia bisa saja memilih untuk menghindar dari tanggung jawab pribadi dan menjadi produk kamp konsentrasi. Seandainya dia memilih untuk mengalah terhadap lingkungannya yang mengerikan, belum tentu sebagian besar orang akan menghakiminya. Malahan, kebanyakan orang mungkin akan merasa sedih dan sangat memahami mengapa dia mengambil keputusan demikian. Tapi itu tidak penting bagi Frankl. Dia memilih untuk fokus pada hal-hal yang mewakili kehidupan dengan cara yang paling sederhana. Dia memusatkan perhatiannya pada kemampuannya untuk memilih sikapnya serta nilai kehidupan itu sendiri.
Mungkin Anda sesadar Viktor Frankl. Saya akan akui bahwa sydah pasti dia memiliki kekuatan diri yang tak dapat dibayangkan oleh orang kebanyakan. Tidak peduli apakah Anda memiliki tekad seperti dia, Anda tetap mempunyai kemampuan luar biasa untuk memikul tanggung jawab pribadi atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda. Periksalah dengan cepat dan buatlah catatan atas segala sesuatu yang Anda inginkan. Milikilah pilihan yang sudah Anda buat. Dalam analisis terakhir, semuanya adalah Anda---dan itulah yang disebut bertanggung jawab secara pribadi.
Friday, April 6, 2012
Komitmen
“Komitmen berarti, adalah mungkin bagi seseorang untuk mencurahkan pusat perhatiannya pada suatu tujuan atau maksud, sebuah gerakan atau cita-cita, yang barangkali jauh lebih penting baginya ketimbang hidup atau matinya.”
Berbicara mengenai komitmen biasanya menimbulkan berbagai macam tanggapan. Samurai pengasih percaya bahwa komitmen berarti melakukan sesuatu yang ia katakana akan dilakukannya. Sejujurnya, komitmen tidak memiliki persyaratan. Seorang samurai pengasih akan tetap melaksanakan komitmennya entah terasa menyenangkan atau tidak.
Dalam Sejarah, samurai selalu memegang komitmen sekalipun harus mengorbankan nyawa mereka. Hal itu bukan berarti mereka tidak menghargai diri sendiri, melainkan mereka lebih mengutamakan memegang teguh ucapan dan prinsip-pronsip mereka. Samurai memiliki komitmen untuk menegakkan tradisi kehormatannya. Dalam sejarah samurai lebih memilih mati daripada mencemarkan namanya serta nama profesinya.
Orang biasa tak ambil pusing perihal menepati komitmennya, dan nilai ucapan mereka menjadi begitu rendah sehingga mereka mengingkarinya nyaris setiap hari. Banyak sekali pengusaha berbasis rumahan mengumbar janji yang tak masuk akal hanya untuk mendapat klien dan akibatnya, nama baik seluruh perusahaan rumahan dirugikan.
Ketika kepercayaan dirusak, pastilah hubungan menjadi goyah. Lebih jauh lagi, jika komitmen tidak dihargai dan dihormati, proses interaksi dan hubungan yang sehat baik bersifat pribadi maupun bisnis menjadi kacau. Hal ini mengorbankan banyak uang dan waktu, menghancurkan persahabatan, kesehatan, serta hamper segala hal lain yang benar-benar penting.
Subscribe to:
Posts (Atom)