Sunday, May 30, 2010

TIPS-TIPS BERBICARA DI DEPAN UMUM

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam berbicara, terlebih ketika pembicaraan tersebut harus dilakukan di depan umum. Tapi permasalahan kemudian berdatangan secara ilmiah, karena manusia normal pasti memiliki rasa gugup untuk tampil dan berbicara di depan banyak orang. Permasalahan umum yang sering terjadi biasanya menyangkut rasa percaya diri, dan kekhawatiran. Dalam keadaan nervous, biasanya orang akan bingung dan merasa tertekan, tapi ini bukanlah sebuah momok yang harus ditakuti, karena sesungguhnya perasaan-perasaan itu dapat diatasi dengan baik. Berikut beberapa tips

berbicara di depan umum untuk membantu anda menjadi lebih yakin dan percaya diri :

1. Perhatikan penampilan
Disukai atau tidak, kita sudah dinilai orang lain bahkan sebelum kita mengucapkan satu patah kata pun. Manusia secara otomatis membuat impresi dari penampilan kita. Oleh karena itu, gunakanlah pakaian yang menunjukan bahwa kita adalah orang yang pintar dan perkataan kita dapat dipercaya. Perhatikan juga komunitas yang akan kita datangi (tentu kita akan terlihat konyol, jika menggunakan stelan jas saat menjelaskan mengenai KB kepada ibu-ibu yang tinggal di kolong jembatan).

2. Jangan memikirkan hal-hal lain sebelum naik panggung
Berbicara di depan umu akan mendatangkan tekanan. Saat kita stress, otak cenderung memikirkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan saat ini (berbicara di depan umum), seperi, “apa mobil sudah dikunci?”, “apakah kompor sudah dimatikan?”, atau “apakah e-mail dari rekan kerja sudah dibalas?”. Jika banyak pikiran yang hadir dalam kepala kita sebelum berbicara di depan umum, kita akan makin nervous dan kehilangan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, ambilah beberapa saat sebelum naik ke podium untuk menengkan diri. Kembalikan fokus kepada apa yang akan kita bicarakan.
3. Lakukan persiapan dengan matang
Apa yang kira-kira akan kita rasakan saat sudah di atas podium, dan menemukan kalau komputer tidak bisa dinyalakan, microphone mati, atau kertas catatan tidak terbawa?. Tentu kita akan merasakan stress, bahkan setelah masalah itu terselesaikan. Oleh karena itu, pastikan semua alat bantu akan digunakan sudah siap, setidaknya setengah jam sebelum presentasi dimulai.

4. Bayangkan jalannya presentasi
membayangkan proses dari sesuatu yang akan kita jalankan terbukti dapat membantu kita meningkatkan perfona saat melakukannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita membayangkan bagaimana jalannya presentasi sebelum naik ke panggung. Ingat-ingat lagi alur yang akan kita bawakan, data-data yang akan kita berikan, dan humor-humor (kalu ada) yang akan kita lemparkan.

5. Berikan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan pendengar
“hemorrbage adalah saat darah tersumbat di pembuluh, sehingga pembuluh tersebut pecah”. Orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sains pastii akan mengernyitkan dahi mendengar kalimat di atas. Tapi, bahkan orang tak berpendidikan dapat mengerti Hemorrhage jika kita menggambarkannya seperti “jembatan yang macet total, tapi dari arah belakang mobil terus berdatangan. Sehingga akhirnya jembatan tersebut ambruk.” Sesulit apapun penjelasan kita akan dengan mudah diterima jika ada ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan malas mencari ilustrasi agar penjelasan kita mudah diterima.

6. Perhatikan latar pendidikan dan sosial pendengar
Seorang pengajar koperasi untuk pelaku usaha kecil di pelosok indonesia menyimpulkan bahwa daya tangkap seseorang dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan tingkat kesejahteraan ekonominya. Oleh karena itu, kecepatan perpindahan materi dan tingkat kesulitan penggunaan istilah harus disesuaikan dengan pendengar yang kita hadapi.
7. Perbanyak “jam terbang”

“pratice makes perfect.” Maka, ambilah setiap kesempatan untuk berbicara di muka umum. Selain kita jadi tahu strategi apa yang tepat untuk kita, tingkat stress juga akan menurun saat kita makin terbiasa berbicara di depan umum.

TIPS-TIPS MENGATASI GROGI SAAT BERBICARA DI DEPAN UMUM.

Perasaan grogi saat berbicara di depan umum telah dialami oleh banyak orang, tidak hanya oleh mereka yang masih dikategorikan ‘pemula’ tetapi beberapa orang yang yang terbilang cukup biasa melakukannya pun secara alamiah masih mengalaminya. Perasaan grogi untuk tampil berbicara di depan umum bukanlah penyakit mematikan yang membuat anda dihantui rasa takut untuk mencobanya. Ada beberapa trik yang dapat anda gunakan untuk mengatasi rasa grogi atau mengantisipasi (apabila anda baru akan memulai). Memang, berbicara di depan umum bukanlah hal yang mudah. Terlebih ketika anda dihadapkan pada situasi terjepit dan meminta tampil tiba-tiba tanpa persiapan. Biasanya gejala-gejala nervous seperti perut mulas, kaki dan tangan gemeteran, jantung berdetak kencang, dan waktu berjalan sangat lambat, semua akan menjangkit anda.
Berikut tips mengatasi rasa grogi saat berbicara di depan umum :

1. Persiapkan mental, bangun rasa percaya diri, kendalikan emosi dan rasa takut!
Gunakan modal awal anda untuk sukses berbicara di depan umum, yakni jaga kesehatan dan tidurlah yang cukup menjelang waktu berbicara. Selain itu anda dapat melakukan relaksasi atau senam ringan untuk menurunkan ketegangan mental dan mengantisipasi kelelahan. Misalnya, anda dapat melakukan pengaturan, pernafasan, perenggangan otot-otot, atau minum segelas air putih untuk menjaga kualitas vokal. Untuk mengatasi kaki yang gemeteran, anda dapat mengakalinya ketika dalam ruangan tersebut terdapat white board, anda dapat berjalan dan menulis, atau ketika ruangannya ledih lebar, anda dapat melakukan komunikasi tubuh dengan mencari satu titik lawan bicara.

2. Rasa percaya diri dapat ditumbuhkan dengan persiapan bahan yang baik. Hal ini tentu dapat anda lakukan apabila tidak dalam keadaan dan tuntutan untuk tampil mendadak.

3. Bangun konsentrasi, fokus pada apa yang ingin anda sampaikan, dan tenangkan perasaan anda. Pada titik ini, jangan sampai anda memaksakan diri untuk mengeluarkan apa yang anda hafal, karena hal tersebut hanya akan menambah ketegangan dan rasa khawatir apabila ada yang terlupakan dari apa yang anda hafalkan.

4. Jangan menuntut diri anda untuk tampil sempurna dan superfeck mungkin. Ingat, tuntutan dalam pikiran anda akan membangun rasa grogi apabila sedikit saja kekurangan anda tampak. Percayalah bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, semua orang mempunyai kekurangan dan belum tentu semua orang mampu berbicara di depan umum seperti anda.

5. Tidak ussah menghiraukan audiens yang tidak menaruh perhatiaan pada yang anda sampaian. Anda harus tetap fokus dan yakinlah bahwa anda tidak harus sepenuhnya menguasai seluruh hadirin.

6. Usahakan melewati sebelah kiri pendengar saat anda menuju ke panggung atau tempat anda menyampaikan pidato. Ini akan menstimulasi otak kanan pendengar sehingga lebih mudah menerima apa yang anda sampaikan.

7. Jangan lupa berdoa sebelum anda memulai untuk berbicara di depan umum.

Sunday, May 23, 2010

Kehebatan Berbicara

Kebehatan berbicara adalah modal kuat anda menuju kesuksesan. Di dalam bidang apapun anda bekerja dan bergaul, anda akan menemukan tuntutan dari sekitar anda untuk menguasai teknik berbicara yang baik dan menarik. Banyak orang pintar dalam kemampuan nalar dan akademis, tetapi gagal dalam dunia kerja dan pergaulan, karena gagap berbicara di depan umum. Hal ini seharusnya menjadi warning buat siapa saja untuk mempersiapkan diri seblum hal itu menimpanya.
Seorang pembicara hebat tidak dilahirkan begitu saja oleh yang namanya ‘bakat’, tetapi lahir atas dukungan lingkungan dan identitas belajarnya. Orang tersebut adalah orang yang dapat merasakan kenikmatan ketika ia melihat wajah sebagian besar atau seluruh audiens menaruh perhatian yang besar, memiliki rasa penasaran, dan bergairah mendengarkannya. Siapa saja bisa menjadi pembicara hebat, termasuk anda!.
Cara bicara anda dapat mempengaruhi ‘image’ anda, sama drastisnya dengan sinar lampu di panggung dapat mempengaruhi pemain. Buatlah cara bicara anda bukan seperti warna pucat yang menjemukan, namun buatlah seperti warna pink renoir. Cara bicara dapat mengungkapkan kepribadian emas yang tadinya nampak kelabu, dapat membuat seorang lelaki kaku menjadi nampak ‘brilian’. Hanya dengan berlatih-evaluasi, berlatih-evaluasi, dan berlatih-evaluasi dan “bertarung” menjadikan tampilan kita akan semakin baik.

Tips-Tips Menjadi Pembicara Hebat
1. Jangan membiasakan diri tergantung pada teks.
Teks dapat membunuh bakat, merusak flow, dan menciptakan jarak. Gunakan pointers atau ada yang menamakannya kertas contekan, sekedar untuk membantu mengingat apa yang harus disampaikan dan dilakukan.

2. Ukur dalamnya sungai. Ibaratnya selama presentasi (pidato), kita tengah menyebrangi sebuah sungai.
Supaya selamat, kita harus pandai berenang, tahu apa isi sungai itu, berapa dalamnya, berisi lumpur atau tidak, dan binatang apa saja yang dapat melukai anda. Celakalah mereka yang mencebur ke sungai tanpa menganal betul karakter dan isi sungai itu.
Untuk itu sebelum melakukan presentasi gali terlebih dahulu siapa audiens kita, apa latar belakang mereka, apa pekerjaan mereka. Semakin deail kita mengenal mereka, kita akan dapat merebut hatinya.

3. Periksa ruangan dan fasilitaas yang diperlukan sebelum dimulai.
Ruangan yang lagit-langitnya rendah akan membuat kita cepat lelah, cahaya yang masuk dari jendela akan mengganggu kosentrasi. Ruang yang terlalu sempit akan membatasi ruang gerak kita, ruang terlalu luas akan menjadikan komunikasi tidak fokus. Mikrofon buruk juga akan mengganggu kosentrasi. Pastikan semua dalam keadaan baik.

4. Jangan biarkan audiens jenuh. Jaga volume suara anda jaga nada agar tidak menonton.
Begitu mereka mulai jenuh ajak mereka berdialog, lontarkan sedikit humor.

5. Berikan humor seperlunya, humor tidak boleh berlebihan.
Humor hanya digunakan untuk membangkitkan daya pikir. Jika berlebihan ia akan kehilangan substansi.

6. Biasakan Interaktif. Sebagai komunikator, pembicara jangan asyik bicara sendiri.
Berikan kesempatan audiens untuk memberikan contoh, jawaban, melakukan aktivitas tertentu (game, teka-teki, dll), tertawa, bahkan mendengarkan musik.

7. Be spesifik. Selalu berikan contoh-contoh dan ilustrasi.
Jangan hanya berbicara teori, materi melulu beri penjelasan kreatif, dengan contoh dan ilustrasi.

8. Jangan merendahkan mutu dengan merendahkan diri.
Misal dengan mengatakan “maaf saya belum siap untuk mengangkat tema ini”, “maaf sebenarnya ini bukan bidang saya!”, “saya baru belajar” dan seterusnya.
Manusia adalah makhluk yang malas yang hanya mau mendengan orang yang layak ia dengar, yang ia anggap lebih tahu.

9. Perhatikan bahasa tubuh.
Gerakkan anggota tubuh untuk mendukung apa yang kita sampaikan. Jangan melakukan gerak yang merusak penampilan atau malah tidak bergerak sama sekali.

10. Jangan berbicara seperti orang sedang ngobrol dengan seseorang.
Ingat kita berbicara di depan banyak orang. Kombinasikan bahasa resmi dengan bahasa percakapan yang layak.

11. Berpakainlah yang rapi dan usahakan yang cerah, agar menciptakan kesegaran di ruangan.
Pakaian kita adalah citra kita pertama kali di hadapan audiens. Jangan jadikan penilaian awal audiens menjadi buruk ke kita dari pakaian yang kita kenakan.

Saturday, May 15, 2010

Beberapa Gagasan yang Amat Penting untuk Anda

Terus terang, ilmu dalam seminar Les Giblin tentang relasi manusiawi dan dalam “Skill with People Hand Book” ini tidak akan berguna bagi anda sampai dan kecuali anda melatih dan menggunakannya.

Ilmu sendiri tidaklah punya nilai. PENNGUNAAN ILMU itulah yang membuatnya bernilai. Bila pemikiran ini diungkapkan dengan cara lain---hidup tidak membayar anda atas apa yang dapat anda lakukan. Hidup membayar anda atas apa yang anda lakukan.
Ilmu ini adalah kunci anda menuju hidup yang lebih baik, sahabat yang lebih banyak, sukses yang lebih besar. Terapkanlah ilmu ini untuk anda dan keluarga anda SEKARANG.

Saya sungguh berharap anda melakukannya.


Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 15

Sunday, May 9, 2010

Cara Terampil untuk Melakukan Percakapan

Berikiut ini ada lima aturan yang, jika anda mengamatinya, akan memebuat anda pembicara yang menarik. Aturan ini menciptakan perbedaan antara pembicara yang menarik dan pembicara yang tidak menarik.

1.Ketahuilah apa yang ingin anda katakana.

Jika anda tidak tahu dengan tepat apa yang ingin anda katakana, janganlah berdiri atau membuka mulut anda.

Bicaralah dengan otoritas, dari pengetahuan, dengan keyakinan---dan ini hanya bisa terjadi jika anda tahu apa yang ingin anda katakana.

2.Katakanlah dan duduklah.

Singkat, langsung ke pokok masalah, dan kemudian duduk.

Ingatlah tidak seorang pun pernah dikritik karena terlalu sedikit bicara. Jika diperlukan, orang akan memintanya dari anda.

Lupakan jadi pemenang.

3.Pandanglah pendengar sewaktu anda bicara.

Pentingnya aturan ini tidaklah dilebih-lebihkan. Siapa pun yang berharga untuk diajak bicara jelas berharga untuk dipandang.

Itu sebabnya pembicara yang hanya memebaca teks mereka sering kali tidak meninggalkan kesan.

4.Bicarakanlah apa yang menarik minat pendengar.

Yang penting bukanlah apa yang ingin anda katakana. Yang penting adalah apa yang ingin didengar oleh si pendengar.

Minat pendengar adalah di atas segalanya, bukan minta anda.

Suatu metode pasti untuk menjadi seorang pembicara yang menarik dan disukai adalah mengatakan pada orang apa yang ingin mereka dengar.

5.Janganlah berusaha membuat sebuah pidato.

Jangan berusaha untuk beronasi---hanya sedikit orang yang bisa melakukannya. Sebaliknya, buatlah pembicaraan.

Bersikaplah alamiah, jadilah diri anda sendiri. Itu sebabanya anda membuat pembicaraan.
Katakana saja apa yang ingin anda katakana, dengan wajar, dengan natural.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 14

Saturday, May 8, 2010

Cara Terampil untuk Menciptakan Kesan Terbaik

Sampai batas tertentu kita mengontrol pendapat orang lain tentang kita. Kita mulai bergerak sebagai orang asing bagi setiap orang dan pendapat mereka tentang kita sangat ditentukan oleh cara kita membawa diri kita. Dengan mengetahi ini, kita semua perlu mengatur diri kita dengan cara-cara yang memberikan dampak baik pada orang lain.

Bartingkahlakulah dengan baik dan mengesankan!.
Jika anda ingin orang lain berpikir baik tentang anda, menghormati anda, mengganggap anda dengan kekaguman dan hormat, anda harus memberi kesan bahwa anda memang pantas mendapatkan itu. Ini terjadi terutama karena nilai yang anda berikan pada diri anda.
Banggalah pada diri anda (tapi tidak somong ), pada siapa anda, apa yang anda lakukan, dimana anda bekerja. Jangan menyesali posisi anda dalam hidup atau diri anda sendiri. Anda adalah anda---jadi kendalikanlah diri anda dengan bangga dan hormat.

Contoh---bila anda bertanya pada anda apa yang anda lakukan untuk menjalani hidup, sangatlah penting cara anda menjawab mereka. Kita andaikan anda menjual asuransi sehingga anda dapat menjawab mereka:

“Oh, saya Cuma sales asuransi.”

Mereka tidak mungkin akan terkesan dengan anda karena anda telah memberi tahu mereka bahwa anda tidak berharga untuk mendapatkan kesan mereka.

Dengan menggunakan aturan ini---mengendalikan diri anda dengan bangga dan hormat---
“Pak, saya cukup beruntung berhubungan dengan salah satu perusahaan terbaik di negeri ini, the Blank Insurance Co.”

Anda dapat membayangkan dengan baik perbedaan nilai dalam pikiran orang lain bahwa jawaban kedua jelas mengatasi pertema.

Juga:
1.Bersikaplah tulus.

jauhilah rayuan murah, janji-janji kosong, kata-kata tak berarti.

Katakana hal-hal yang memang anda maksudkan.

Percayailah hal-hal yang anda katakan.

2.Tunjukan antusiasme.

Ini adalah aset tak ternilai yang dapat anda peroleh hanya dengan menjual diri anda berdasarkan apa yang anda lakukan.

Antusiasme itu menular. Setelah anda menjual diri anda, anda pun dapat menjual orang lain
.
3.Jangan terlalu cemas.

Dalam berhubungan orang lain, jangan kelihatan terlalu cemas.

Kecemasan yang berlebihan membuat orang bertanya-tanya dan ragu-ragu.
Orang mempunyai kecendrungan kuat untuk mencegah perbuatan apapun yang mereka rasa anda “terlalu berapi-api” bagi mereka. Naluri mereka akan menaruh curiga atau mendorong tawaran yang lebih sulit.

Tutupilah kecemasan anda. Jadilah seorang actor.

4.Jangan berusaha membangun diri anda dengan menghambat orang lain.

Selalulah bergantung pada kemampuan/ kualitas anda sendiri---jangan berusaha membuat diri anda kelihatan baik dengan membuat orang lain kelihatan buruk.

Kemajuan sejati dalam hidup akan ditentukan oleh usaha dan harga diri anda sendiri. Anda tidak dapat berhasil dengan “menginjak tubuh orang lain.”

Kalau anda tetap ingin menarik perhatian orang lain, bersandarlah pada kualitas anda sendiri. Bila anda menjatuhkan orang lain untuk membuat diri anda kelihatan baik dan menarik, focus perhatian malah akan beralih pada mereka, bukan pada anda.

5.Jangan memukul siapa pun atau apa pun.

Jika anda tidak dapat mengatakan sesuatau yang baik, jangan mengatakan apa pun.

Memukul (menjatuhkan) itu salah, tetapi itu bukan alasan utama untuk tidak memukul adalah bahwa pukulan dan memukul akan merugikan dan melukai si pemukul sendiri.

Memukul hanya memperlihatkan jati diri seseorang.

Bersikaplah pintar, luwes---jangan memukul.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 13

Sunday, May 2, 2010

Cara Terampil untuk Berterima Kasih pada Orang

Tidaklah cukup bagi anda untuk merasa berterima kasih dan menghargai orang lain. Anda harus menunjukan rasa terima kasih dan penghargaan itu kepada mereka yang pantas menerimanya.

Mengapa? Karena kodrat manusialah bagi semua orang untuk menyukai dan menanggapi mereka yang menunjukan rasa terima kasih dan penghargaan bagi mereka. Mereka menanggapinya dengan memberi jauh lebih besar
Jika anda berterima kasih pada orang lain jika anda membuat orang tersebut tahu bahwa anda berterima kasih, mereka hamper selalu akan lebih banyak di lain waktu.

Jika anda tidak menunjukan rasa terima kasih anda (sekalipun anda berterima kasih ), peluangnya adalah tidak akan ada lain waktu atau anda akan mendapatkan lebih sedikit.
Akan tetapi ada semacam seni untuk mengatakan “terima kasih”:
1. Ketika anda mengatakan “terima kasih”, katakan dengan SUNGGUH-SUNGGUH.

Bersikapalah tulus ketika anda berterima kasih pada orang.
Orang akan tahu bila anda secara tulus menghargai mereka.
Mereka juga tahu bila anda tidak tulus.

2. Katakanlah dengan jelas dan tanpa ragu.

Ketika berterima kasih pada orang, jangan mengguman, berisik, atau mengucapkannya dengan sepintas lalu.
Katakana terima kasih seolah-olah anda senang mengatakannya.

3. Pandanglah orang yang anda beri ucapan terima kasih.

Terima kasih mempunyai arti yang jauh lebih besar ketika anda mengatakannya sambil memandang orang itu.
Siapapun yang berharga untuk mendapatkan ucapan terima kasih, juga berharga untuk dipandang.

4. Sebutlah namanya saat berterima kasih.

Berikan nuansa pribadi dalam ucapan terima kasih anda dengan nama.
Sungguh berbeda mengucapkan “terima kasih, mbak jane” daripada “terima kasih”.

5. Bekerja dengan berterima kasih pada orang.

Ini berarti mengamati peluang untuk memperlihatkan pujian anda.

Orang biasa berterima kasih pada apa yang kelihatan---orang diatas rata-rata berterima kasih pada yang tidak begitu bisa dilihat.

Sesederhana seperti aturan diatas, sangat sedikit teknik yang lebih penting dalam relasi manusiawi daripada kemampuan untuk secara tepat berterima kasih pada orang.
Ini akan menjadi aset besar bagi anda seumur hidup.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 12

Cara Terampil untuk Berterima Kasih pada Orang

Tidaklah cukup bagi anda untuk merasa berterima kasih dan menghargai orang lain. Anda harus menunjukan rasa terima kasih dan penghargaan itu kepada mereka yang pantas menerimanya.

Mengapa? Karena kodrat manusialah bagi semua orang untuk menyukai dan menanggapi mereka yang menunjukan rasa terima kasih dan penghargaan bagi mereka. Mereka menanggapinya dengan memberi jauh lebih besar
Jika anda berterima kasih pada orang lain jika anda membuat orang tersebut tahu bahwa anda berterima kasih, mereka hamper selalu akan lebih banyak di lain waktu.

Jika anda tidak menunjukan rasa terima kasih anda (sekalipun anda berterima kasih ), peluangnya adalah tidak akan ada lain waktu atau anda akan mendapatkan lebih sedikit.
Akan tetapi ada semacam seni untuk mengatakan “terima kasih”:
1. Ketika anda mengatakan “terima kasih”, katakan dengan SUNGGUH-SUNGGUH.

Bersikapalah tulus ketika anda berterima kasih pada orang.
Orang akan tahu bila anda secara tulus menghargai mereka.
Mereka juga tahu bila anda tidak tulus.

2. Katakanlah dengan jelas dan tanpa ragu.

Ketika berterima kasih pada orang, jangan mengguman, berisik, atau mengucapkannya dengan sepintas lalu.
Katakana terima kasih seolah-olah anda senang mengatakannya.

3. Pandanglah orang yang anda beri ucapan terima kasih.

Terima kasih mempunyai arti yang jauh lebih besar ketika anda mengatakannya sambil memandang orang itu.
Siapapun yang berharga untuk mendapatkan ucapan terima kasih, juga berharga untuk dipandang.

4. Sebutlah namanya saat berterima kasih.

Berikan nuansa pribadi dalam ucapan terima kasih anda dengan nama.
Sungguh berbeda mengucapkan “terima kasih, mbak jane” daripada “terima kasih”.

5. Bekerja dengan berterima kasih pada orang.

Ini berarti mengamati peluang untuk memperlihatkan pujian anda.

Orang biasa berterima kasih pada apa yang kelihatan---orang diatas rata-rata berterima kasih pada yang tidak begitu bisa dilihat.

Sesederhana seperti aturan diatas, sangat sedikit teknik yang lebih penting dalam relasi manusiawi daripada kemampuan untuk secara tepat berterima kasih pada orang.
Ini akan menjadi aset besar bagi anda seumur hidup.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 12

Cara Terampil untuk Mengkritik Orang

Kunci kritik yang berhasil terletak dalam jiwa kritikan itu.

Jika anda mengkritik terutama untuk “memerintah/memperingatkan orang lain” atau “mau menjejalkan sepenggal gagasan anda” atau “memberinya hukuman”, maka anda tidak akan mendapatkan apa pun dari kritik tersebut, kecuali kepuasan untuk melampiaskan kebengsian anda dan kemarahan orang lain, karena tidak seorang pun senang dikritik.
Akan tetapi, jika anda tertarik pada tindakan korektif, anda dapat mencapai banyak hal dengan kritik anda jika anda melakukannya dengan cara yang tepat.
Berikut ini ada beberapa aturan yang akan membantu anda untuk mengkritik dengan tepat.

7 Keharusan untuk Melakukan Kritik yang Berhasil :

1.Jangan pernah mengkritik di depan umum.
Tidak ada pintu yang terbuka, tidk ada teriakan yang keras, tidak ada orang lain yang mendengarkan---mutlak antar pribadi.

2.Mulailah kritik dengan kata atau pujian yang baik.
Ciptakanlah suasana bersahabat---memperlunak “pukulan”. (ciumlah dia sebelum anda menendangnya).

3.Buatlah kritik itu impersonal---kritiklah perbuatannya, bukan orangnya.
Perbuatanlah yang harus dikritik, bukan orangnya.

4.Sediakan jawaban.
Jawaban berarti cara yang benar. Ketika anda memberi tahu seseorang bahwa apa yang dia lakukan salah, anda seharusnya juga memberi tahu dia bagaimana melakukannya dengan benar.

5.Mintalah kerja sama---jangan menuntutnya.
Adalah kenyataan bahwa anda akan mendapat kerja sama lebih besar dari orang jika anda memintanya daripada jika anda menuntutnya.
Menuntut adalah cara terakhir.

6.Satu kritikan untuk sebuah pelanggaran.
Kritikan yang paling benar dibenarkan hanya SEKALI.

7.Akhiri kritik dengan perkataan yang bersahabat.

Akhirilah dengan perkataan “kita tetap berteman, kita telah menyelesaikan masalah kita, marilah kita bekerja bersama-sama dan saling membantu.”

Bukan dengan perkataan, “kamu sudah ditegur, sekarang perbaiki perbuatanmu.”

Ini adalah aturang paling penting dari ketujuh aturan diatas.


Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 11