Saturday, April 24, 2010

Cara Terampil untuk Memuji Orang

Manusia hidup bukan hanya makan nasi saja!.

Manusia membutuhkan santapan untuk jiwa seperti halnya untuk tubuh. Ingat bagaimana rasanya ketika sebuah kata yang manis atau pujian diberikan kepada anda?. Ingat bagaimana sepanjang hari atau malam anda menjadi bersinar oleh kata manis atau pujian itu?. Ingat berapa lama perasaan baik itu bertahan?.

Orang lain pun akan beraksi persis seprti anda. Jadi---katakan hal-hal yang ingin didengar oleh orang. Mereka akan menyukai anda karena mengatakan hal-hal yang baik dan anda akan merasa enak karena telah mengatakan hal-hal itu.

BERMURAH HATILAH DENGAN PUJIAN ANDA. Carilah seseorang dalam sesuatu untuk dipuji dan kemudian lakukanlah.
Tetapi :

a. Pujian anda harus tulus.
Jika tidak tulus, jangan diberikan!.

b. Pujilah perbuatannya, bukan orangnya.

Memuji perbuatan menghindari sesuatu yang memalukan dan kekeliruan, hal ini mempunyai kesan yang jauh lebih tulus, menghindari tuduhan favouritisme, dan menciptakan insentif untuk melakukan lebih banyak perrbuatan yang sama.

RESEP KEBAHAGIAN---Bisakah untuk setiap harimengatakan satu hal yang baik kepada sedikitnya tiga orang yang berbeda. Kemudian lihatlah bagaimana perasaan ANDA setelah berbuat kemudian!.

Ini adalah resep kebahagiaan untuk ANDA!.

Ketika anda melihat kebahagiaan, rasa terima kasih, dan kesenangan anda berikan kepada orang lain dengan melakukan hal ini, ANDA akan merasa senang. Ada suka cita yang lebih besar dalam memberi daripada menerima.

Cobalah!!!!!!!!!!!!

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 10

Saturday, April 17, 2010

Cara Terampil untuk Menentukan Suasana Hati Orang

Anda dapat membuat 9 dari 10 orang menyukai anda dengan seketika!.

Anda dapat membuat 9 dari 10 orang sopan, kooperatif, dan bersahabat dalam 1 detik! (Dengan keajaiban yang sama).

Begini caranya:

1 . dengan mengingat bahwa beberapa detik pertama dari suatu hubungan biasanya menentukan suasana dan sifat hubungan itu.

2 . dan kemudian dengan menggunakan hokum dasar kedua dari prilaku manusia--- ORANG SANGAT CONDONG UNTUK MENANGGAPI DENGAN BAIK PRILAKU ORANG LAIN.
(singkatnya, ORANG MENAGGAPI DENGAN BAIK).

Jadi--- dalam detik pertama---saat anda pertama kali melakukan kontrak mata dengan orang---sebelum anda mengatakan sesuatu---sebelum anda memecah kesunyian---BERIKAN SENYUM TULUS ANDA PADANYA.

Apa yang akan terjadi? Mereka akan MENAGGAPI DENGAN BAIK---MEREKA AKAN MEMBALAS SENYUM ANDA DAN SENANG.

Dalam setiap tindakan relasi manusiawi---suatu hubungan di antara dua orang---ada suatu atmosfir, suasana hati, adegan.

Keterampilan di sini adalah kemampuan anda menentukan atmosfir, suasana hati, dan adegan itu. Baik anda maupun orang lain tersebut akan menentukannya. Jika anda bijaksana, anda akan menentukannya untuk keuntungan anda sendiri.

Salah satu fakta tragis dalam hubungan manusia adalah kegagalan orang untuk menyadari bahwa apa yang mereka akibatkan pada orang lain, mereka akan mendapatkan balasannya dari mereka.

Jika anda membuat matahari bersinar bagiorang lain, anda pun akan mendapat sinar matahari dari mereka. Jika anda mendatangkan badai bagi mereka, anda pun akan menuai badai.

Kuncinya terletak dalam waktu---tersenyumlah sebelum anda memecah kesunyian. Ini menjadikan adegan itu dimulai dengan suasana yang hangat dan bersahabat.

Nada suara dan ekspresi wajah anda juga amat penting hal itu menunjukkan pemikiran-pemikiran anda yang lebih dalam.

Jangan lupa untuk mulai tersenyum dengan cara yang sama seperti yang dilakukan para penghibur dan model professional. Katakan dalam hati, tanpa bersuara:
“ S E N Y U M “

Anda pasti berhasil!.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 9

Friday, April 16, 2010

Cara Terampil untuk Membuat Orang Mengatakan "YA!"

Ada banyak cara untuk membuat orang mengatakan “ya” dengan mantap dan senang kepada anda, dan bukan sekedar karena keberuntungan anda, atau keinginan mereka yang tiba-tiba.

Orang yang terampil dalam relasi manusiawi mempunyai tekinik dan metode yang sangat meningkatkan peluang orang untuk mengatakan “ya” berarti membuat mereka melakukan apa yang anda ingin mereka lakukan.

Berikut ini ada empat metode yang baik :

1 . Berilah orang ALASAN untuk mengatakan “ya” kepada anda.

Segala sesuatu di dunia ini dilakukan karena suatu alasan. Jadi---bila anda menginginkan seseorang untuk melakukan sesuatu, berilah mereka suatu alasan mengapa mereka harus melakukannya.

Akan tetapi, pastikan bahwa alasan yang anda berikan adalah alasan mereka, artinya alasan – alasan yang akan menguntungkan mereka.

Cara yang salah adalah anda memberi alasan-alasan yang akan menguntungkan anda.
Singkatnya, katakan pada orang bagaimana mereka akan beruntung dengan melakukan apa yang anda ingin mereka lakukan. Bukan bagaimana anda akan beruntung.

2 . Ajukan pertanyaan “ya”.

Bila anda berusaha membuat orang mengatakan “ya” pada anda, pertama-tama masukkan mereka ke dalam kerangka berpikir “ya”. Ini dilakukan dengan menanyakan tiga atau empat pertanyaan “ya”.

Contoh :
“Anda ingin keluarga anda bahagia, bukan?” (dia jelas ingin).

“Anda menginginkan harga yang terbaik untuk uang anda, bukan?” (dia jelas ingin).
Pertanyaan “ya” adalah pertanyaan yang hanya dapat dijawab dengan “ya”.

Gagasan di balik pertanyaan “ya” adalah bahwa jika anda memasukkan orang ke dalam kerangka berpikir “ya”, ini akan lebih memungkinkan mereka untuk mengatakan ya kepada anda.

Akan tetapi, pastikan untuk mengajukan pertanyaan “ya” secara tepat. Yakni, MENGANGGUKKAN KEPALA ANDA “YA”SEWAKTU ANDA MENGAJUKAN PERTANYAAN ITU DAN MULAI PERTANYAAN ITU DENGAN KATA “ANDA”.

“Anda menginginkan blender yang bagus, bukan?” (anggunkan kepala anda sebagai tanda ya).

“Anda menginginkan pakaian yang kelihatan bagus, bukan?” (anggukkan kepala anda sebagai tanda ya).

3 . Berilah orang pilihan di antara dua ya.

Artinya, membuat orang memilih diantar mengatakan ya kepada anda dengan cara ini atau mengatakan ya kepada anda dengan cara ini atau mengatakan ya kepada anda dengan cara lain. Entah cara ini atau cara lain yang mereka pilih, mereka mengatakan ya kepada anda.

Sangatlah disukai untuk memberi mereka sebuah pilihan antara ya dan tidak, ketika anda meminta mereka melakukan sesuatu.

“Ya” berarti mereka akan melakukannya---“tidak” berarti mereka tidak akan melakukannya.

Keterampilannya adalah membuat mereka memilih antara melakukan apa yang anda inginkan dengan cara ini atau cara lain. Misalnya, jika anda ingin bertemu dengan Pak Smith.

“Apakah sore ini waktu yang baik, Pak Smith, ataukah anda lebih senang esok pagi atau esok sore?” (anda memberi Pak Smith sebuah pilihan waktu untuk menemui anda---pilihan ya.

Cara yang lebih jelek adalah meminta janji bertemu. Dengan cara ini anda memberi dia pilihan antara ya(anda bisa bertemu) dan tidak (anda tidak bisa bertemu).
Misalnya:

“Apakah anda menginginkan yang hitam atau anda menginginkan yang putih?” (daripada “Apakah anda menginginkan salah satu dari ini?”).

“Apakah anda ingin mulai bekerja besok atau lusa?” (daripada “Apakah anda ingin mulai bekerja ?”).

“Apakah anda ingin membayarnya secara kredit atau secara tunai?” (daripada “Apakah anda menginginkan ini?”).

Metode ini belum tentu berhasil setiap saat, tetapi hal ini membutuhkan banyak waktu dan akan berhasil jauh lebih baik daripada memberi orang sebuah pilihan antara mengatakan ya dan tidak.

4 . Mengharapkan orang mengatakan “ya” kepada anda dan biarkan mereka tahu mereka diharapkan mengatakan ya.

Bila anda mengharapkan orang untuk mengatakan ya kepada anda, itu adalah keyakinan. Akan tetapi, ini jauh melebihi keyakinan---satu langkah lebih jauh. Anda membiarkan mereka tah, anda jelas-jelas memberi mereka kesan, bahwa mereka diharapkan untuk mengatakan ya.

Hampir semua orang mulai dengan “netral” dan dapat diarahkan. Banyak yang tidak pernah ragu atau goyah melakukan apa yang anda inginkan, begitu anda telah membuat mereka tahu hal itu diharapkan dari mereka.

Ini adalah psikologi yang luar biasa dan akan mudah bagi anda untuk mempraktekkannya setelah beberapa keberhasilan pertama.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 8

Sunday, April 11, 2010

Cara Terampil untuk Meyakinkan Orang

Cara terampil untuk meyakinkan prang adalah kodrat manusia bila orang bersikap skeptis pada anda dan apa yang anda katakan bila anda mengatakan hal-hal yang sifatnya menguntungkan diri anda.

Anda bisa menghilangkan sikap skeptis seperti itu bila anda membuat pernyataan yang sifatnya menguntungkan diri sendiri (pernyataan demi kepentingan anda sendiri) dengan mengatakannya dengan cara yang berbeda.

Caranya adalah, anda tidak membuat peryataan itu secara langsung, melainkan mengutip seseorang. Biarkan orang lain membuat pernyataan itu untuk anda, sekalipun orang lain itu tidak hadir.

Contoh--- jika anda ditanya apakah produk yang anda jual akan tahan lama, anda bisa menjawabny, “tetangga saya sudah menggunakannya empat tahun lebih dan sampai sekarang kondisinya masih bagus.”

Artinya, tetangga adalah yang menjawab pertanyaan itu untuk anda, sekalipun dia tidak ada di situ.

Contoh---jika anda melamar sebuah posisi da si calon majikan ingin tahu apakah anda dapat melakukan pekerjaan itu dengan baik. Anda bisa mengatakan betapa senangnya majikan anda yang dulu dengan pekerjaan anda, dsb.

Contoh---jika anda berusaha menyewakan apartemen anda dan orang yang hendak menyewa bertanya apakah apartemen itu tenang dan nyaman. Anda bisa mengatakan bahwa penyewa sebelumnya pernah berkomentar betapa tenang dan nyamannya tinggal di apartemen itu, tapi saying mereka harus pindah ke kota lain.

Jadi---dalam semua contoh itu, anda tidak menjawab pertanyaan. Tetangga anda, mantan majikan anda, dan mantan penyewa apartemen andalah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu untuk anda.

Orang yang sedang anda ajak bicara akan lebih terkesan daripada jika anda sendiri yang menjawabnya.

Kelihatannya ini aneh, tetapi orang tidak akan meragukan sedikit pun bahwa apa yang anda katakana pada mereka secara tidak langsung itu adalah benar. Namun mereka akan sangat skeptis jika anda mengatakannya dari diri anda sendiri.

Jadi---bicaralah lewat orang ketiga!

Kutiplah orang lain---kaitkan dengan kisah-kisah sukses---aculah fakta dan data statistic.
Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 7

Friday, April 2, 2010

Cara Terampil untuk Mempengaruhi Orang

Langkah besar pertama untuk membuat orang melakukan apa yang anda ingin mereka lakukan adalah mengetahui apa yang akan membuat mereka melakukannya (apa yang mereka inginkan).

Bila anda mengetahui apa yang akan menggerakan mereka, anda akan mengetahui bagaimana caranya menggerakan mereka.

Kita semua berbeda---kita menyukai hal-hal yang berbeda pada hal-hal yang berbed. Jangan membuat kesalahan dengan mengendalikan bahwa orang lain menyukai apa yang anda suka atau mencari apa yang mereka cari.

Ketahuilah apa yang mereka cari, apa yang mereka suka.

Maka anda dapat menggerakan mereka dengan mengatkan apa yang mereka dengar. Anda hanya menunjukan bagaimana mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan melakukan apa yang anda ingin mereka lakukan.

Ini adalah rahasia besar untuk mempengaruhi orang. Ini berarti mengenai sasaran secara tepat dengan apa yang anda katakana tetapi anda harus mengetahui dimana letak sasaran itu secara alamiah.

Contoh untuk menerapkan prinsip ini agar berhasil adalah: kita andaikan anda adalah seorang majikan dan anda berusaha untuk merekrut seorang insinyur untuk bekerja bagi anda. Anda tahu bahwa beberapa perusahaan lain telah menawarkan posisi yang menarik padanya.

Membuat prinsip ini berhasil dari sisi yang berlawanan---kita andaikan anda melamar sebuah pekerjaan yang sangat anda inginkan. Pertama-tama anda pasti akan mencari tahu kemampuan yang dibutuhkan dan tugas serta tanggung jawabnya, sehingga anda dapat memperlihatkan pada mereka bahwa anda dapat menangani pelanggan mereka lewat telepon. Setelah anda tahu apa yang mereka membicarakan apa yang ingin mereka dengar.

Metode “mengetahui Apa yang Orang Inginkan” adalah dengan bertanya, melihat, dan mendengarkan mereka. Ditambah usaha anda untuk mengetahui.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 6

Cara Terampil untuk Mendengarkan Orang

Semakin anda mendengarkan, anda akan semakin pandai, semakin disukai, dan semakin baik sebagai pembicara.

Seorang pendengar yang baik selalu berhasil melampaui seorang pembicara yang baik dalam hal mendapatkan afeksi orang lain. Ini karena seorang pendengar yang baik selalu membiarkan orang untuk mendengarkan peembicara favorit mereka, yaitu diri mereka sendiri.
Ada beberapa hal dalam hidup yang akan membantu anda lebih baik sekedar menjadi seorang pendengar yang baik.

Akan tetapi, menjadi seorang pendengar yang baik bukanlah suatu kebetulan. Ada lima aturan yang membuat orang menjadi pendengar yang baik :

1. Menatap orang yang sedang berbicara.
Siapa pun yang berharga untuk didengarkan, berharga untuk ditatap.

2. Condongkan badan ke si pembicara dan dengarkan dengan penuh perhatian.
Tampak seolah-olah anda tidak mau kehilangan satu kata pun.

3. Ajukan pertanyaan.
Ini membuat orang yang sedang berbicara tahu bahwa anda sedang mendengarkan. Mengajukan pertanyaan adalah bentuk sanjungan yang tinggi.

4. Ikutilah topic si pembicara dan jangan memotong atau menyela.
Jangan mengubah topik yang sedang diutarakan si pembicara sampai dia selesa, tak peduli betapa tak sabarnya anda untuk segera beralih ke topic baru.

5. Gunakan kata-kata si pembicara---“anda” dan “milik anda”.
Jika anda menggunakan “saya, aku, milikku”, anda memindahkan focus dari si pembicara ke diri anda. Itu adalah berbicara, bukan mendengarkan.

Bila anda perhatikan baik-baik, kelima aturan itu tidak lebih daripada mesalah sopan santun. Sopan santun tidak akan pernah menguntungkan anda sedemikian besar seperti halnya dalam mendengarkan.

Pengarang : Les Giblin
Buku : SKILL WITH PEOPLE BAB 5