Sunday, July 18, 2010

LIMA ATURAN BICARA

Satu hal yang perlu diingat adalah, bahwa apa dan bagaimanapun proyeksi kita sebagai pembicara publik, kualitas dan kualifikasinya akan selalu terkait erat dengan bagaimana kita berbicara sehari – hari biasa. Di saat ngobrol santai, di rumah, di teras, di warung dan bahkan di tempat tidur bersama suami atau istri kita. Itu artinya, kualitas komunikasi massa dan antar personal kita, adalah satu kesatuan yang utuh. Berikut terdapat lima aturan dalam berbicara :

1.Sopan
Kita boleh marah, kita boleh memuji, kita boleh mengintrogasi. Semuanya adalah bentuk – bentuk komunikasi. Kita boleh mengatakan apapun dengan cara apapun. Namun pada akhirnya, semua bicara kita akan bermuara pada kebenaran tentang siapa kita dan bagaimana perilaku kita. Untuk itu, kita selalu punya pilihan utnuk tempat berdiri dan memandang:
a. Ubin cinta, kasih dan sayang atau
b. Ubin ketakutan, rasa tidak nyaman atau merasa terancam. Setiap ubin menyemburatkan berbagai implikasi yg sama dan sejenis. Sebangun, sekeluarga dan sekerabat.

2.Waspadai Dampaknya
Orang sering membuka mulut untuk mengkritis dan menyerang orang lain. Beberapa orang bahkan berpredikat master dalam hal ini. Mereka bisa melakukannya dengan terbuka, atau tertutupi. Bagi beberapa orang, berkomunikasi adalah perang. Tujuannya untuk menang, dan kata katanya adalah panglima. Luka akibat kata – kata, sering lebih dalam dari pada sayatan pedang. Dan lukanya, kering lebih lama daripada bokong yang jorok. Komunikator yang handal adalah konukiator yang paham dan mengerti dampak dari kata katanya. Mereka juga ahli dalm menyesuaikannya dengan keadaan dan suasana

3.Pilih yang positif saja
Komunikasi jauh lebih dalam dari pada sekedar lalu – lintas informasi dan pesan. Konukasi. Komunikator yang handal, akan menyisakan rasa nyaman dan bernilai pada orang – orang yang mendengarkannya. Maka berkomunikasi bukan hanya tentang kata – kata. Komunikasi adalah tentang orang dan manusia. Dan menurut daniel coleman, setiap interaksi bermuara pada dua implikasi lebih baik, atau lebih buruk.

4.Tidak Berasumsi telah dimengerti
Catatan sejarahyang panjang dalam kehidupan manusia, hampir selalu menunjukkan sisi gelap yang dipicu oleh kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Menurut stephen covery,”pertama, jadilah yang dimengerti, lalu mengertilah.”

5.Tahu kapan harus diam
Hal tersulit tentang mulut adalah menutupnya rapat – rapat . dan orang orang datang menghadiri berbagai sesi dengan kecenderungannya untuk membukanya lebar – lebar. Sebabnya hanya satu, mereka ingin mengimpresi orang. Hasil terburuk dari situasi semacam ini, adalah terbuangnya waktu dan turunnya prouktifitas. Komunikator yang handal adalah komunikator yang merasa cukup aman, manakala mereka harus mengakui hanya ada sedikit yang akan dibicarakan, atau malah tidak sama kali. Mereka tahu kapan harus diam. Untuk masalah ini, alber einstein memberi kita rumus:

Jika A adalah sukses, maka:
A = X + Y + Z
X = kerja
Y = bermain
Z = tutup mulut

Hukum relativitasnya juga ada:
E= mC kuadarat
E = excellency
M = manusia

Saturday, July 10, 2010

TIPS SUKSES MENJADI PEMBICARA PUBLIC SPEAKING

Kemampuan membuat humor akan sangat membantu anda untuk merebut audiense dan keluar dari krisis. Seorang pembicara, kecuali pelawak, tidak diharapkan untuk membuat audiensenya tertawa terpingkal – pingkal sebagaimana halnya mereka menyaksikan badut.

Tidak semua orang mampu menyampaikan cerita atau anekadot lucu. Sebelum memulai biasanya mereka sudah dihinggap kekhawatiran apa yang mereka sampaikan tidak akan menciptakan kelucuan yang akhirnya malah membuat mereka kelihatan konyol. Kalau anda tidak bisa jangan lakukan! Tapi apabila anda mempunyai kemampuan untuk itu, ada beberapa tips yang perlu adna perhatikan:

• Carilah waktu yang tepat kapan anda harus menyampaikannya
• Buatlah joke yang relevant dengan topik yang anda bawakan
• Jangan berlebihan
• Jauhi kesan anda sebagai pelawak atau badut
• Berselera rendah
• Menyerang seseoarang atau golongan
• Tidak relevan

Mempraktekan humor adalah satu – satunya hal yang tidak bisa anda latih sendiri. Penyampaian humor memerlukan audiense sebagai parameter keberhasilan.

Bahasa tubuh

Metode komunikasi manusia tidak semata bergantung kepada kata – kata yang diucapkan. Gerakan fisik seseorang dapat menggambarkan apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan, siapa dirinya dan dari lingkungan mana ia berasal. Gerakan tubuh ini disebut bahasa tubuh. Dalam konteks anda sebagai pembicara, penggunaan bahasa tubuh yang balik dan benar dapat mempermudah tugas anda untuk memberikan pengertian terhadap apa yang hendak anda sampaikan. Dalam beberapa kasus, bahasa tubuh ternyata lebih komprehensif dibanding kata – kata. Bahasa tubuh dalam konteks pembicara terdiri dari :

• Pakaian
• Gerakan tubuh/ postur
• Kontak mata
• Gerakan tangan
• Ekspresi mata

Pakaian
Ketika anda pertama kali muncul dalam pandangan seseorang, ia akan langsung membuat penilaian terhadap diri anda. Dengan cepat mereka akan menyimpulkan siapa dan darimana anda.

Gerakan Tubuh

Elemen kedua yang akan diperhatikan audiense adalah postur tubuh dan bagaimana anda menggerakannya.

Kontak Mata

Kontak mata dengan audiense adalah faktor penting yang membuat acara berlangsung dua arah. Melibatkan audiense dalam acara dimana anda tampil akan membuat audiense dalam acara dimana anda tampil akan membuata cara lebih hidup.

Gerakan tangan

Sebagaimana gerakan tubuh postur, gerakan tangan juga dapat membantu anda memberikan pengertian yang lebih jelas terhadap apa yang ingin anda ungkapkan.

Sunday, July 4, 2010

TIPS SUKSES BICARA

Merasakan sedikit ketegangan sebelum berbicara adalah alamiah dan sehat adanya. Akan tetapi, saat ketegangan itu berada di luar kontrol anda, maka ia bisa jadi malapetaka. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa membantu anda mengontrol ketegangan, dan menjadikan bicara anda efektif dan diingat lebih lama :

1.Kuasai Ruangan Bicara

Upayakan agar anda familiar dengan ruangan atau tempat dimana anda akan bicara. Datanglah lebih cepat, berjalan – jalanlah disekitar area bicara, dan berlatihlah dengan menngunakan mikrofon dan alat bantu visual.

2.Kenali Audience

Bertegursapalah dengan beberapa orang dari audience, segera setelah mereka tiba. Adalah lebih mudah untuk berbicara kepada sekelompok teman daripada kepada sekelompok orang asing.

3.Kuasai Materi

Jika anda tidak menguasai materi anda, atau anda merasa tidak nyaman dengan materi anda, ketegangan anda akan meningkat. Latihlah bicara anda dan perbaiki jika perlu.

4.Rileks

Kurangi ketegangan dengan latihan lelaksasi.

5.Visualisasikan Sesi Bicara

Bayangkanlah diri anda berbicara, dengan suara keras, jelas dan penuh keyakinan. Jika anda memvisualisaikan sukses, maka anda akan sukses.

6.Ketahuilah Bahwa Audience Ingin Anda Sukses

Audience anda ingin anda menarik, menstimulasi, informatif, dan mengibur. Mereka tidak ingin anda gagal.

7.Jangan Meminta Maaf

Jika anda menunjukan ketegangan anda, atau meminta maaf untuk berbagai hal yang menurut anda bermasalah dalam bicara anda, maka anda akan menarik perhatian audience kepada hal – hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Tetaplah diam.

8.Konsentrasi Pada Pesan, Bukan Pada Media

Jangan berfokus pada ketegangan anda, fokuslah pada pesan dan audience anda. Ketegangan anda akan menyurut.

9.Ubahlah Ketegangan Menjadi Energi Positif

Tranformasikan ketegangan anda menjadi vitalis dan antusiasme.

10.Perbanyak Pengalaman

Pengalaman akan membangun percaya diri. Dan percaya diri, adalah kunci efektifitas berbicara. Klub toastmaster bisa memberi anda pengalaman ini.