Pada bagian berikutnya Anda akan mempelajari cara menggunakan Hukum Ketertarikan secara lebih sadar. Untuk itu Anda perlu mempelajari sebuah formula sederhana yang terdiri atas tiga tahap. Selain mempelajari langkah-langkahnya itu serta mengkaji dua studi kasus yang saya lampirkan, silakan Anda gunakan lembar kerja* yang telah saya sediakan sehingga Anda dapat berpartisipasi secara total di dalam latihan ini.
Jika Anda tak tahu ke mana Anda harus menerapkan prinsip-prinsip Ketertarikan Sadar ini, cukup Anda pilih salah satu bagian kehidupan Anda yang Anda anggap paling tidak memuaskan. Mungkin saja itu terdapat dalam hubungan percintaan Anda, karir, kesehatan, bisnis, atau situasi keuangan Anda.
Saya sarankan Anda baca habis terlebih dulu isi buku ini, kemudian kembali mengerjakan latihan-latihan yang saya sertakan dengan menerapkannya ke dalam masalah-masalah tertentu di dalam kehidupan Anda.
Ketertarikan Sadar:
Formula Tiga Tahap
Tahap 1: Kenali Hasrat Keinginan Anda
Sepertinya mudah, bukan? Pada kenyataannya sebagian besar orang tak begitu mengetahui apa yang mereka inginkan, namun sangat pandai menyebutkan hal-hal yang tak mereka inginkan. Nah, pada langkah ini mungkin ada gunanya Anda mengetahui alasan mengapa Anda membenci atau tidak menginginkan sesuatu.
Tahap 2: Berikan Perhatian pada Hasrat Keinginan Anda
Hukum Ketertarikan akan mendatangkan sesuatu yang Anda berikan segenap perhatian, energi, dan fokus. Pada tahap ini Anda akan belajar cara melakukannya, cukup dengan memilih kata yang tepat.
Tahap 3: Biarkan Hasrat Itu Menjelma Nyata
Anda heran mengapa keinginan Anda tak juga terwujud? Cepat atau lambatnya keinginan Anda terwujud sangat tergantung pada keseriusan atau keikhlasan Anda membiarkannya menjelma nyata. Dan ini merupakan tahapan yang paling penting dan menentukan.
Sunday, October 24, 2010
Sunday, October 17, 2010
Pahamilah Makna Tutur Kata Anda
Kata, kata, kata.
Sebagian besar instrumen dan lembar kerja yang saya sajikan didalam buku ini terkait dengan bahasa, pemakaian kata-kata, dan yang lebih penting, perasaan yang ditimbulkan oleh kata-kata itu.
Saat Anda menyimak buku ini Anda akan mengerti bahwa kata-kata merupakan faktor terpenting pada seluruh latihan yang terkait dengan proses Ketertarikan Sadar.
Mengapa Kata-Kata Menjadi Begitu Penting?
Kata-kata ada dimana saja. Kita mengucapkannya, menulisnya, membacanya, melihatnya, mengetiknya, dan bahkan mendengar kata-kata yang mengiang di dalam benak kita. Latihan-latihan yang kami sajikan di dalam buku ini semua tergantung pada kemampuan untuk memilih kata yang tepat, karena kata-kata yang kita pikirkan dan kita ucapkan itu menimbulkan getaran yang akan kita pancarkan. Kata ‘pekerjaan rumah’, misalnya, dapat menimbulkan getaran negatif atau getaran positif pada orang yang mendengarnya. Begitu juga kata ‘uang’, dia bisa menimbulkan getaran positif atau negatif, tergantung pada sikap atau penilaian orang yang mendengarnya. Pada halaman-halaman berikut Anda akan mempelajari berbagai kata yang dapat membantu Anda menarik atau mendatangkan hal-hal yang sungguh tak Anda inginkan.
Pikirkan Anda juga terdiri atas kata-kata. Berikut ini saya sajikan sebuah ilustrasi yang menunjukkan hubungan yang tercipta antara getaran-getaran positif dan negatif, dengan buah pikiran dan kata-kata Anda.
KATA-KATA PIKIRAN PERASAAN
Kata-Kata yang Mendatangkan Hal-Hal yang TIDAK Anda Inginkan
Jangan, Tidak, dan Dilarang
Jangan memikirkan patung Dewi Liberty di New York. Kita sama-sama tahu, Anda justru memikirkannya bukan? Pikiran sadar dan tak sadar Anda secara otomatis akan menyaring dan menghapus kata jangan, tidak, atau dilarang. Jadi, ketika Anda mengucapkan kata-kata itu, yang tertanam di pikiran Anda justru adalah hal-hal yang tak boleh Anda lakukan. Sebagai contoh, kalau saya berkata: “Jangan memikirkan badai salju,” saya berani bertaruh Anda justru serta merta akan memikirkannya.
Meskipun perintahnya jelas tegas mengatakn jangan melakukan sesuatu, pikiran sadar dan tak sadar Anda malah mengoreksi dan memotong kata tersebut.
Hukum ketertarikan juga akan merespon kata-kata Anda dengan cara yang sama persis dengan pikiran Anda: dia akan mendengarkan apa yang TIDAK Anda inginkan. Jadi, jika Anda berbicara dengan menggunakan kata-kata jangan, tidak, atau dilarang, sesungguhnya Anda memfokuskan segenap perhatian dan energi Anda pada apa yang TIDAK Anda inginkan.
Nah, bersama ini saya berikan sebuah instrumen sederhana namun efektif untuk mengurangi kemunculan kata-kata jangan, tidak, atau dilarang dari daftar kosakata Anda. Setiap kali Anda mengucapkan kata jangan, tidak, atau dilarang, tanyakan pada diri Anda sendiri, “Jadi apa yang saya inginkan?” setiap kali Anda membicarakan hal-hal yang TIDAK Anda inginkan, pada saat yang sama pula Anda justru memberinya segenap waktu, perhatian, dan energi Anda. Namun ketika Anda bertanya kepada diri saya tentang apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan, maka jawabannya akan menciptakan kalimat dan kata-kata baru. Saat kata-kata Anda berubah, maka berubah pula getaran yang terpancar dari kata-kata itu. Dan ingat: setiap saat Anda hanya bisa memancarkan satu jenis getaran saja.
Sebagian besar instrumen dan lembar kerja yang saya sajikan didalam buku ini terkait dengan bahasa, pemakaian kata-kata, dan yang lebih penting, perasaan yang ditimbulkan oleh kata-kata itu.
Saat Anda menyimak buku ini Anda akan mengerti bahwa kata-kata merupakan faktor terpenting pada seluruh latihan yang terkait dengan proses Ketertarikan Sadar.
Mengapa Kata-Kata Menjadi Begitu Penting?
Kata-kata ada dimana saja. Kita mengucapkannya, menulisnya, membacanya, melihatnya, mengetiknya, dan bahkan mendengar kata-kata yang mengiang di dalam benak kita. Latihan-latihan yang kami sajikan di dalam buku ini semua tergantung pada kemampuan untuk memilih kata yang tepat, karena kata-kata yang kita pikirkan dan kita ucapkan itu menimbulkan getaran yang akan kita pancarkan. Kata ‘pekerjaan rumah’, misalnya, dapat menimbulkan getaran negatif atau getaran positif pada orang yang mendengarnya. Begitu juga kata ‘uang’, dia bisa menimbulkan getaran positif atau negatif, tergantung pada sikap atau penilaian orang yang mendengarnya. Pada halaman-halaman berikut Anda akan mempelajari berbagai kata yang dapat membantu Anda menarik atau mendatangkan hal-hal yang sungguh tak Anda inginkan.
Pikirkan Anda juga terdiri atas kata-kata. Berikut ini saya sajikan sebuah ilustrasi yang menunjukkan hubungan yang tercipta antara getaran-getaran positif dan negatif, dengan buah pikiran dan kata-kata Anda.
KATA-KATA PIKIRAN PERASAAN
Kata-Kata yang Mendatangkan Hal-Hal yang TIDAK Anda Inginkan
Jangan, Tidak, dan Dilarang
Jangan memikirkan patung Dewi Liberty di New York. Kita sama-sama tahu, Anda justru memikirkannya bukan? Pikiran sadar dan tak sadar Anda secara otomatis akan menyaring dan menghapus kata jangan, tidak, atau dilarang. Jadi, ketika Anda mengucapkan kata-kata itu, yang tertanam di pikiran Anda justru adalah hal-hal yang tak boleh Anda lakukan. Sebagai contoh, kalau saya berkata: “Jangan memikirkan badai salju,” saya berani bertaruh Anda justru serta merta akan memikirkannya.
Meskipun perintahnya jelas tegas mengatakn jangan melakukan sesuatu, pikiran sadar dan tak sadar Anda malah mengoreksi dan memotong kata tersebut.
Hukum ketertarikan juga akan merespon kata-kata Anda dengan cara yang sama persis dengan pikiran Anda: dia akan mendengarkan apa yang TIDAK Anda inginkan. Jadi, jika Anda berbicara dengan menggunakan kata-kata jangan, tidak, atau dilarang, sesungguhnya Anda memfokuskan segenap perhatian dan energi Anda pada apa yang TIDAK Anda inginkan.
Nah, bersama ini saya berikan sebuah instrumen sederhana namun efektif untuk mengurangi kemunculan kata-kata jangan, tidak, atau dilarang dari daftar kosakata Anda. Setiap kali Anda mengucapkan kata jangan, tidak, atau dilarang, tanyakan pada diri Anda sendiri, “Jadi apa yang saya inginkan?” setiap kali Anda membicarakan hal-hal yang TIDAK Anda inginkan, pada saat yang sama pula Anda justru memberinya segenap waktu, perhatian, dan energi Anda. Namun ketika Anda bertanya kepada diri saya tentang apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan, maka jawabannya akan menciptakan kalimat dan kata-kata baru. Saat kata-kata Anda berubah, maka berubah pula getaran yang terpancar dari kata-kata itu. Dan ingat: setiap saat Anda hanya bisa memancarkan satu jenis getaran saja.
Sunday, October 10, 2010
Ketertarikan Tak Sadar
Banyak orang merasa penasaran dan tak habis pikir mengapa mereka selalu mengalami nasib yang sama dari waktu ke waktu. Mereka begitu yakin bahwa selama ini mereka tak pernah mengirimkan getaran negatif apapun, namun dalam kehidupan mereka selalu saja terjadi pengalaman yang tak mengenakkan. Itu terjadi karena mereka mengirimkan getaran negatif secara tak sadar, semata-mata dari cara mereka menyikapi atau memandang hasil atau prestasi minimal capai sejauh ini.
Sebagai contoh, suatu ketika Anda membuka dompet dan tak menemukan selembar pun uang didalamnya. Dengan mengamati bahwa dompet Anda kosong melompong sebenarnya Anda sudah memancarkan getaran negatif yang berupa perasaan miskin, cemas, atau getaran negatif yang sejenisnya. Tentu saja Anda tak sengaja, bahkan mungkin tak sadar ketika melakukannya. Namun ingat, Hukum Ketertarikan selalu merespon getaran apapun yang Anda pancarkan, dan memberikan getaran serupa yang lebih banyak. Hukum itu juga tak tahu menahu perbuatan apa yang telah Anda lakukan, yang menyebabkan Anda mengirimkan getaran negatif itu. Mungkin saat itu Anda sedang mengingat-ingat sesuatu, berkhayal, berpura-pura, atau hanya mengamati bahwa dompet Anda sedang kosong.
Ketika Anda mengamati hal-hal yang Anda dapatkan didalam berbagai aspek kehidupan Anda (uang, pekerjaan, kesehatan, hubungan percintaan, dan sebagainya), sesungguhnya pengamatan yang Anda lakukan itu menimbulkan sebuah perasaan (getaran) tertentu yang sifatnya bisa positif atau negatif.
Pengamatan Juga Bisa Memancarkan Getaran
Meskipun mungkin tanpa Anda sadari, sesungguhnya Anda sendiri juga melestarikan sebuah Siklus Pengamatan. Dan Hukum Ketertarikan akan merespon getaran yang ditimbulkan pengamatan itu, dengan memberikan getaran yang lebih banyak dan sama sifatnya.
Perlu Anda pahami bahwa Hukum Ketertarikan selalu ada dan berperan dalam kehidupan Anda meskipun mungkin Anda tak memahaminya, menyukainya, atau mempercayainya. Pahamilah fakta ini baik-baik, dan jadikanlah sebagai pedoman Anda. Jika Anda menyukai hal yang Anda amati, maka rasa suka atau syukur Anda akan mendatangkan kesenangan yang lebih banyak. Sebaliknya, jika Anda membencinya, maka sebaiknya Anda memanfaatkan Hukum Ketertarikan dengan sadar agar hal-hal yang lebih Anda sukai. Dengan kata lain, Anda harus memiliki Ketertarikan atau kemampuan mendatangkan hal-hal yang Anda inginkan secara sadar atau sengaja.
Sebagai contoh, suatu ketika Anda membuka dompet dan tak menemukan selembar pun uang didalamnya. Dengan mengamati bahwa dompet Anda kosong melompong sebenarnya Anda sudah memancarkan getaran negatif yang berupa perasaan miskin, cemas, atau getaran negatif yang sejenisnya. Tentu saja Anda tak sengaja, bahkan mungkin tak sadar ketika melakukannya. Namun ingat, Hukum Ketertarikan selalu merespon getaran apapun yang Anda pancarkan, dan memberikan getaran serupa yang lebih banyak. Hukum itu juga tak tahu menahu perbuatan apa yang telah Anda lakukan, yang menyebabkan Anda mengirimkan getaran negatif itu. Mungkin saat itu Anda sedang mengingat-ingat sesuatu, berkhayal, berpura-pura, atau hanya mengamati bahwa dompet Anda sedang kosong.
Ketika Anda mengamati hal-hal yang Anda dapatkan didalam berbagai aspek kehidupan Anda (uang, pekerjaan, kesehatan, hubungan percintaan, dan sebagainya), sesungguhnya pengamatan yang Anda lakukan itu menimbulkan sebuah perasaan (getaran) tertentu yang sifatnya bisa positif atau negatif.
Pengamatan Juga Bisa Memancarkan Getaran
Meskipun mungkin tanpa Anda sadari, sesungguhnya Anda sendiri juga melestarikan sebuah Siklus Pengamatan. Dan Hukum Ketertarikan akan merespon getaran yang ditimbulkan pengamatan itu, dengan memberikan getaran yang lebih banyak dan sama sifatnya.
Perlu Anda pahami bahwa Hukum Ketertarikan selalu ada dan berperan dalam kehidupan Anda meskipun mungkin Anda tak memahaminya, menyukainya, atau mempercayainya. Pahamilah fakta ini baik-baik, dan jadikanlah sebagai pedoman Anda. Jika Anda menyukai hal yang Anda amati, maka rasa suka atau syukur Anda akan mendatangkan kesenangan yang lebih banyak. Sebaliknya, jika Anda membencinya, maka sebaiknya Anda memanfaatkan Hukum Ketertarikan dengan sadar agar hal-hal yang lebih Anda sukai. Dengan kata lain, Anda harus memiliki Ketertarikan atau kemampuan mendatangkan hal-hal yang Anda inginkan secara sadar atau sengaja.
Sunday, October 3, 2010
Getar-Getar Pikiran Positif dan Negatif
Semua suasana hati yang Anda rasakan, baik yang positif atau negative, pasti akan memancarkan atau mengirimkan getaran yang sama jenisnya. Jika sekarang Anda membuka Orang sering menggunakan kata ‘getaran’ untuk menggambarkan suasana hati atau perasaan yang timbul ketika menemui seseorang atau menyaksikan suatu peristiwa. Sebagai contoh, Anda sering merasakan getaran positif saat berada di dekat orang tertentu. Sebaliknya, tak jarang Anda merasakan adanya getaran yang negatif jika Anda berjalan melintasi kawasan tertentu. Dalam kasus-kasus seperti itu kata getaran digunakan untuk menjelaskan perasaan atau suasana hati atau perasaan Anda.
Di jagad raya yang dipenuhi getaran ini hanya ada dua jenis getaran, yakni positif (+) dan negative (-). kamus lalu memilih kata yang menggambarkan perasaan Anda, pasti Anda dapat memasukkan kata-kata itu ke dalam salah satu kategori di atas. Masing-masing kata itu akan menerangkan sebuah perasaan yang menimbulkan getaran positif atau negative.
Kita semua pasti selalu memancarkan getaran, entah positif atau negative, setiap detik dan setiap waktu. Cobalah Anda pikir dan rasakan efek yang timbul dari pernyataan-pernyataan berikut ini: “Orang itu memancarkan getaran positif,” atau “Daerah ini menimbulkan getaran negative.”
Suasana hati atau perasaan itu selalu ada selama Anda hidup dan sadar. Bahkan pada detik ini juga, suasana hati atau perasaan yang ada di dalam hati Anda pasti memancarkan getaran tertentu, entah posituf atau negative.
Di situlah Anda akan melihat peranan dari Hukum Ketertarikan. Hukum Ketertarikan (energi universal di sekitar Anda yang tunduk pada prinsip-prinsip ilmu fisika) akan merespon setiap getaran yang Anda pancarkan. Bahkan saat ini, detik ini juga, energi universal tersebut sedang menyesuaikan diri dengan getaran yang Anda pancarkan dan melipatgandakan apa pun yang Anda pancarkan, baik itu negative atau positif.
Sebagai contoh, ketika seseorang terbangun pada suatu hari senin pagi dengan perasaan agak kesal atau murung, sesungguhnya dia sedang memancarkan getaran negative. Dan ketika getaran itu dia pancarkan, seketika itu pula Hukum Ketertarikan memberikan reaksinya dengan memberikan lebih banyak getaran yang sama sifat dan jenisnya. (Untuk dicatat: Hukum Ketertarikan selalu menyesuaikan diri dengan getaran Anda---baik itu positif atau negatif).
Lalu, setelah orang itu meninggalkan ranjangnya, terjadilah serenteten kesialan: kakinya tersandung, roti bakarnya hangus, terjebak kemacetan, lalu klien besarnya membatalkan transaksi, dan akhirnya dia hanya bisa menyesali diri, “mestinya pagi tadi saya tak usah bangun pagi.”
Atau pada situasi yang berbeda, ketika seorang wiraniaga sedang kegirangan merayakan keberhasilannya mencapai rekor penjualan yang spektakuler, sesungguhnya dia sedang memancarkan sebuah getaran positif. Tak lama sesudah itu dia akan meraih rekor penjualan yang tak kalah hebatnya. Tak habis-habisnya orang itu memuji dirinya sendiri, “Saya sukses besar!”.
Kedua contoh di atas menunjukka bahwa Hukum Ketertarikan benar-benar bekerja, hukum itu menunjukkan segala sesuatu yang harus terjadi dengan melipatgandakan getaran yang sama, baik positif maupun negatif.
Buku ini akan menunjukkan cara mengenali sifat getaran yang Anda kiimkan, sehingga dengan penuh kesadaran Anda dapat mengambil sikap atau tindakan yang tepat: terus mengirimkan getaran itu ke lingkungan sekitar Anda, atau mengubahnya dengan getaran lain yang ideal. Pada bagian yang membahas masalah Ketertarikan Sadar, akan saya tunjukkan bagaimana cara mengirimkan getaran yang berbeda secara sadar. Anda juga akan mengetahui bagaimana cara mengirimkan getaran secara sadar, agar Anda dapat mengubah hasil yang selama ini Anda terima, sehingga apa yang Anda dapat meningkatkan keinginan-keinginan Anda yang telah berhasil dicapai, sekaligus mengurangi hal-hal yang tak Anda inginkan.
Di jagad raya yang dipenuhi getaran ini hanya ada dua jenis getaran, yakni positif (+) dan negative (-). kamus lalu memilih kata yang menggambarkan perasaan Anda, pasti Anda dapat memasukkan kata-kata itu ke dalam salah satu kategori di atas. Masing-masing kata itu akan menerangkan sebuah perasaan yang menimbulkan getaran positif atau negative.
Kita semua pasti selalu memancarkan getaran, entah positif atau negative, setiap detik dan setiap waktu. Cobalah Anda pikir dan rasakan efek yang timbul dari pernyataan-pernyataan berikut ini: “Orang itu memancarkan getaran positif,” atau “Daerah ini menimbulkan getaran negative.”
Suasana hati atau perasaan itu selalu ada selama Anda hidup dan sadar. Bahkan pada detik ini juga, suasana hati atau perasaan yang ada di dalam hati Anda pasti memancarkan getaran tertentu, entah posituf atau negative.
Di situlah Anda akan melihat peranan dari Hukum Ketertarikan. Hukum Ketertarikan (energi universal di sekitar Anda yang tunduk pada prinsip-prinsip ilmu fisika) akan merespon setiap getaran yang Anda pancarkan. Bahkan saat ini, detik ini juga, energi universal tersebut sedang menyesuaikan diri dengan getaran yang Anda pancarkan dan melipatgandakan apa pun yang Anda pancarkan, baik itu negative atau positif.
Sebagai contoh, ketika seseorang terbangun pada suatu hari senin pagi dengan perasaan agak kesal atau murung, sesungguhnya dia sedang memancarkan getaran negative. Dan ketika getaran itu dia pancarkan, seketika itu pula Hukum Ketertarikan memberikan reaksinya dengan memberikan lebih banyak getaran yang sama sifat dan jenisnya. (Untuk dicatat: Hukum Ketertarikan selalu menyesuaikan diri dengan getaran Anda---baik itu positif atau negatif).
Lalu, setelah orang itu meninggalkan ranjangnya, terjadilah serenteten kesialan: kakinya tersandung, roti bakarnya hangus, terjebak kemacetan, lalu klien besarnya membatalkan transaksi, dan akhirnya dia hanya bisa menyesali diri, “mestinya pagi tadi saya tak usah bangun pagi.”
Atau pada situasi yang berbeda, ketika seorang wiraniaga sedang kegirangan merayakan keberhasilannya mencapai rekor penjualan yang spektakuler, sesungguhnya dia sedang memancarkan sebuah getaran positif. Tak lama sesudah itu dia akan meraih rekor penjualan yang tak kalah hebatnya. Tak habis-habisnya orang itu memuji dirinya sendiri, “Saya sukses besar!”.
Kedua contoh di atas menunjukka bahwa Hukum Ketertarikan benar-benar bekerja, hukum itu menunjukkan segala sesuatu yang harus terjadi dengan melipatgandakan getaran yang sama, baik positif maupun negatif.
Buku ini akan menunjukkan cara mengenali sifat getaran yang Anda kiimkan, sehingga dengan penuh kesadaran Anda dapat mengambil sikap atau tindakan yang tepat: terus mengirimkan getaran itu ke lingkungan sekitar Anda, atau mengubahnya dengan getaran lain yang ideal. Pada bagian yang membahas masalah Ketertarikan Sadar, akan saya tunjukkan bagaimana cara mengirimkan getaran yang berbeda secara sadar. Anda juga akan mengetahui bagaimana cara mengirimkan getaran secara sadar, agar Anda dapat mengubah hasil yang selama ini Anda terima, sehingga apa yang Anda dapat meningkatkan keinginan-keinginan Anda yang telah berhasil dicapai, sekaligus mengurangi hal-hal yang tak Anda inginkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)